Kembali ke Berita

Kuliah Perdana STMIK Tazkia 2026: Character Wins The Future - Membangun Karakter di Era AI

Tim Humas STMIK Tazkia
kuliah-perdana karakter artificial-intelligence etika mahasiswa-baru

STMIK Tazkia menyelenggarakan Kuliah Perdana tahun akademik 2026 dengan tema “Character Wins The Future: Membangun Karakter dan Etika di Era Dominasi Artificial Intelligence”. Kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa baru dan seluruh civitas akademika ini menghadirkan lima narasumber utama dari berbagai latar belakang keahlian.

Kuliah Perdana STMIK Tazkia 2025

Narasumber Lintas Disiplin Ilmu

Kuliah perdana ini menghadirkan lima pembicara yang mewakili perspektif pemerintahan, media, akademik, praktisi ekonomi syariah, dan pimpinan masjid:

1. Dr. Adityawarman Adil, S.Si., M.Si - Ketua DPRD Kota Bogor

Membuka sesi materi, Dr. Adityawarman Adil menekankan pentingnya pembangunan karakter bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Sebagai Ketua DPRD Kota Bogor, beliau memberikan perspektif tentang bagaimana karakter dan integritas menjadi fondasi utama dalam membangun karir dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Penguasaan teknologi saja tidak cukup. Di era digital dan Artificial Intelligence, karakter dan etika menjadi pembeda utama yang akan menentukan kesuksesan seseorang,” tegas Dr. Adityawarman.

Dr. Adityawarman Adil - Ketua DPRD Kota Bogor

2. Nihrawati AS - CEO RADAR BOGOR

Nihrawati AS membawa perspektif dari dunia media dan komunikasi. Sebagai CEO RADAR BOGOR, beliau berbagi pengalaman tentang bagaimana karakter dan integritas menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik di era media digital.

“Di dunia yang serba cepat ini, informasi menyebar dalam hitungan detik. Karakter dan integritas menjadi pondasi bagi para profesional komunikasi untuk menyajikan informasi yang benar dan bertanggung jawab. Media yang kredibel dibangun di atas karakter jurnalis dan pemimpinnya yang berintegritas,” ujar Nihrawati AS.

Beliau juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi teknologi bagi generasi muda tanpa kehilangan nilai-nilai dasar karakter.

Nihrawati AS - CEO RADAR BOGOR

3. Ricky Setiadi, S.Kom., M.Kom - Ketua Senat STMIK Tazkia

Mewakili perspektif akademik dengan pengalaman mendalam di bidang keamanan siber, Ricky Setiadi membahas bagaimana perkembangan Artificial Intelligence dan teknologi modern mengubah landscape dunia kerja. Dengan latar belakang sebagai praktisi di Cyber Security Nasional dan berbagai sertifikasi internasional, beliau menekankan bahwa lulusan Sistem Informasi dan Teknik Informatika tidak hanya harus menguasai teknis, tetapi juga memiliki etika profesional yang kuat.

“Pengalaman saya di Cyber Security Nasional mengajarkan satu hal penting: teknologi keamanan secanggih apapun akan sia-sia jika penggunanya tidak memiliki integritas dan etika. Seorang ahli cyber security dengan karakter mulia akan menggunakan keahliannya untuk melindungi, bukan merusak. Mahasiswa STMIK Tazkia dibekali dengan project-based learning yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter melalui kolaborasi nyata dengan mitra industri,” jelas Ricky Setiadi.

Beliau menambahkan bahwa tantangan terbesar di era AI bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek etika dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan teknologi.

Connect: LinkedIn | Profil Dosen

Ricky Setiadi - Ketua Senat STMIK Tazkia

4. H. Iwan - Ketua Baitul Maal Tazkia

H. Iwan menyampaikan materi dengan perspektif nilai-nilai keislaman dalam membangun karakter. Sebagai pemimpin lembaga zakat, beliau berbagi pengalaman tentang bagaimana integritas dan kejujuran menjadi kunci dalam pengelolaan amanah umat.

“Dalam ekosistem industri halal, karakter mulia bukan hanya nilai tambah, tetapi syarat mutlak. Teknologi tanpa karakter dapat disalahgunakan, namun teknologi yang dipadukan dengan nilai-nilai luhur akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar H. Iwan.

H. Iwan - Ketua Baitul Maal Tazkia

5. Syarifuddin Kusin - Direktur MASJID TAZKIA SENTUL

Syarifuddin Kusin menutup sesi materi dengan perspektif dari dunia kemasyarakatan dan pengembangan masjid. Sebagai Direktur MASJID TAZKIA SENTUL, beliau berbagi wawasan tentang pentingnya membangun karakter melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pengembangan karakter dan pemberdayaan umat. Generasi muda yang menguasai teknologi sekaligus memiliki karakter mulia akan menjadi agen perubahan yang dibutuhkan bangsa ini,” tutur Syarifuddin Kusin.

Suasana Kuliah Perdana

Mengapa Character Wins The Future?

Tema “Character Wins The Future” dipilih sebagai respon terhadap tantangan zaman di mana Artificial Intelligence semakin dominan dalam berbagai aspek kehidupan. Beberapa poin kunci yang disampaikan:

Teknologi Bisa Digantikan, Karakter Tidak

Di era di mana AI dapat mengotomasi banyak tugas teknis, kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan antara lain:

  • Integritas dan kejujuran - AI dapat memproses data, tetapi tidak memiliki moral compass
  • Empati dan kepedulian sosial - Teknologi tidak dapat menggantikan sentuhan kemanusiaan
  • Pengambilan keputusan etis - AI memberikan rekomendasi, tetapi manusia yang memutuskan
  • Kreativitas bermakna - AI dapat menghasilkan konten, tetapi manusia yang memberikan makna

STMIK Tazkia: Kampus IT dengan Keunggulan Karakter

Sebagai kampus IT di Bogor, STMIK Tazkia memposisikan diri secara unik dengan mengintegrasikan pembangunan karakter dalam setiap aspek pembelajaran:

  • Ketazkianan - Nilai-nilai keislaman diajarkan dalam setiap mata kuliah
  • Project-Based Learning - Mahasiswa belajar tanggung jawab melalui proyek nyata dengan klien
  • Kolaborasi Industri - Karakter profesional dibentuk melalui interaksi langsung dengan mitra kerja
  • Ekosistem Tazkia - Mahasiswa terhubung dengan berbagai lembaga di bawah Tazkia Group

Diskusi antara narasumber dan mahasiswa

Pesan untuk Mahasiswa Baru

Kuliah perdana ini juga menjadi momen pembuka bagi mahasiswa baru STMIK Tazkia untuk memulai perjalanan akademik mereka. Beberapa pesan kunci yang disampaikan:

  1. Jadikan teknologi sebagai alat, bukan tujuan - Kuasai AI dan teknologi, tetapi jadikan karakter sebagai fondasi

  2. Belajar dari praktisi terbaik - STMIK Tazkia menyediakan lingkungan belajar dengan proyek nyata bersama industri dan lembaga sosial

  3. Bangun network sejak awal - Kuliah perdana menjadi ajang mengenal sesama mahasiswa, dosen, dan praktisi industri

  4. Siapkan diri untuk dunia kerja - Kurikulum STMIK Tazkia dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap kerja dengan karakter yang kuat

Tanya Jawab Interaktif

Sesi kuliah perdana ditutup dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber. Mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait:

  • Bagaimana mempersiapkan diri menghadapi persaingan dengan AI di dunia kerja
  • Cara mengembangkan karakter selama masa kuliah
  • Peluang karir di bidang Cyber Security dan AI untuk lulusan STMIK Tazkia
  • Peran etika dalam pengembangan sistem informasi

Bergabung dengan STMIK Tazkia

Kuliah perdana ini menjadi pembuka perjalanan akademik mahasiswa angkatan 2026. Bagi calon mahasiswa yang tertarik kuliah IT dengan pendekatan holistik yang mengembangkan kompetensi teknis sekaligus karakter mulia, STMIK Tazkia membuka pendaftaran mahasiswa baru.

Program studi yang tersedia:

  • S1 Sistem Informasi - Fokus pada Project Management, Machine Learning, Data Analytics, dan Business Information System
  • S1 Teknik Informatika - Fokus pada Cyber Security, Artificial Intelligence, Software Engineering, dan Web Development

Daftar sekarang atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.


Di era AI yang semakin dominan, STMIK Tazkia berkomitmen mencetak lulusan IT yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter mulia untuk menjadi pemimpin masa depan.

Suasana kegiatan